My Mass Media Publications


please click link: Publikasi di Berita Pemerintah Kab. Malang 16 November 2009

Publikasi Prasetya Online 9 Januari 2010

link: Publikasi Prasetya Online 12 Januari 2010 / here

Publikasi Prasetya Online 18 Agustus 2010

Publikasi Prasetya Online 21 Juli 2010

Publikasi Mapasia Website 28 Juli 2010

link: Publikasi Malang Post 18 Agustus 2010

Widyaloka UB Dan Prof Kisyoshi Kobayashi
Selasa, 22 Februari 2011 14:24
MALANG- Untuk membuat masyarakat peduli dengan krisis dan pencemaran air, bisa dilakukan dengan pendekatan ekonomi. Yaitu dengan mengajak masyarakat menanam tanaman produktif di sekitar kawasan sungai yang bisa bermanfaat ganda. Baik untuk penjernihan air maupun untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.
“Yang sudah pernah kami uji cobakan adalah pohon akar wangi, ternyata jika ditanam di aliran sungai bisa bermanfaat bagi penjernihan. Selain itu masyarakat bisa memanfaatkannya sebagai kapur barus,” ungkap dosen Perencanaan Wilayah Kota (PWK) Universitas Brawijaya (UB) Malang, Adi Pandang Yudono saat menjadi pembicara dalam konferensi internasional managemen penyediaan air di Widyaloka UB yang digelar Senin-Selasa (21-22/2) kemarin.
Adi menegaskan untuk memilih jenis tanaman yang tepat untuk ditanam di aliran sungai ini tentunya perlu melibatkan pakar di bidangnya. Misalnya ahli tanah, atau ahli tanaman. Karena itu penanganan masalah air sifatnya komprehensif dan tidak bisa dilakukan sendiri. Untuk tanaman jenis akar wangi ini sangat mungkin ditanam di sungai-sungai Malang raya yang sudah banyak tercemar. Tentunya masih banyak jenis tanaman lainnya yang bermanfaat dan bisa digali melalui kearifan lokal yang berkembang di masyarakat.
Sementara itu Keynote Speaker Prof. Kiyoshi Kobayashi dari Kyoto University dalam paparannya menegaskan sedikitnya jumlah air karena perubahan iklim serta pengaturan air yang tidak tepat merupakan masalah penting di dunia khususnya di negara berkembang. Sebagian besar masyarakat yang tinggal di dekat sumber air justru tidak diuntungkan secara ekonomis. Apalagi, mereka yang hidup di dekat sumber air yang bernilai ekonomi tinggi justru tergolong berekonomi lemah, dibawah standar kehidupan di negara tersebut.
“Sistem pengadaan air berbasis masyarakat” (community based water supply system)  merupakan salah satu alternative untuk menyediakan air kepada masyarakat. Sistem pengadaan air ini bekerja secara lebih efektif jika melibatkan jaringan masyarakat yang kuat di daerah tertentu,” tegasnya. (oci)

link: Publikasi Malang Post 22 Februari 2011 / here

Publikasi Prasetya Online 15 Juli 2011

Kabupaten Banggai Kepulauan Cetuskan Konsolidasi Lahan Pusat KotaBupati Kabupaten Banggai Kepulauan Irianto Malinggong menyatakan salah satu isu strategis yang dihadapi Kabupaten Banggai Kepulauan adalah terbatasnya lahan potensial untuk pengembangan perekenomian daerah sehingga daerah mengalami kesulitan dalam pelaksanaan pembangunan.Menurut Adipandang Yudoyono seorang dosen Departemen Perkotaan dan Perencanaan Wilayah di Universitas Brawijaya, konsolidasi lahan merupakan kegiatan penatagunaan tanah melalui pengaturan kembali penggunaan dan penguasaan bidang-bidang tanah dengan tujuan optimalisasi penggunaan tanah dalam hubungan dengan pemanfaatan, peningkatan produktivitas, dan konservasi bagi kelestarian lingkungan.Konsolidasi lahan akan memberikan kemudahan dalam mewujudkan prasarana sosial ekonomi kepada masyarakat Banggai Kepulauan secara lebih merata. Keuntungan lain yang akan diperoleh apabila program ini dapat berjalan dengan baik adalah meminimalisir konflik dalam penggunaan lahan sehingga dapat mewujudkan tertibnya kualitas lingkungan masyarakat, beban pusat kota akan lebih merata sebab prasarana ekonomi dapat diwujudkan di sekitar permukiman, dan pengembangan tanah akan lebih mudah dilakukan.Direktur Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah II Bahal Edison Naiborhu menambahkan, di dalam pelaksanaan program konsolidasai penggunaan tanah Pemerintah, Kabupaten Banggai Kepulauan harus berani menyediakan lahan cadangan karena program tersebut cenderung sulit di dalam mencari tanah penggantian. Lahan cadangan yang dipilih diupayakan dapat menjamin penyediaan lahan minimal bagi pembangunan prasarana sosial ekonomi . (byu/hrd)

Sumber : admintaru_250811

please click link: Publikasi di website Penataanruang 25 Agustus 2011

Prasetya Online _ Dosen FT Raih The Best Presentation Award di China

Dosen-FT-UB-Menjadi-Ketua-Pokja-Penelitian-10714-id

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: