Satuan Kemampuan Lahan (SKL) Kawasan Perkotaan cepat berkembang dan Arahan Kesesuaian Lahan Untuk Kawasan Perkotaan

Bahwa dalam rangka implementasi Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang diperlukan adanya Pedoman Teknis Analisis Aspek Fisik dan Lingkungan, Ekonomi, serta Sosial Budaya dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang.

Bahwa Pedoman Teknis Analisis Aspek Fisik dan Lingkungan, Ekonomi, serta Sosial Budaya Dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang diperlukan agar pengembangan wilayah dan kawasan dapat dilaksanakan sesuai dengan kaidah penataan ruang.

Terkait latar belakang diatas, maka Kementerian Pekerjaan Umum mengeluarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.20/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknik Analisis Aspek Fisik & Lingkungan, Ekonomi serta Sosial Budaya Dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang.

Disini akan dipaparkan Satuan Kemampuan Lahan Kawasan Perkotaan dan arahan kesesuaian lahan untuk kawasan perkotaan.

Satuan Kemampuan Lahan (SKL) Kawasan Perkotaan cepat berkembang 

analisis SKL ini dilakukan untuk memperoleh gambaran tingkat kemampuan lahan guna dikembangkan sebagai perkotaan, sebagai acuan bagi arahan-arahan kesesuaian lahan pada tahap analisis berikutnya.

Sasaran

1) Mendapatkan klasifikasi kemampuan lahan untuk dikembangkan sesuai fungsi kawasan.

2) Memperoleh gambaran potensi dan kendala masing-masing kelas kemampuan lahan.

3) Sebagai dasar penentuan: arahan-arahan kesesuaian lahan pada tahap analisis berikutnya dan rekomendasi

 

Masukan

Semua data yang dimintakan pada tahap pengumpulan data, kecuali data kebijaksanaan yang sudah ada.

Keluaran

1) Peta klasifikasi kemampuan lahan untuk pengembangan kawasan.

2) Kelas-kelas atau tingkatan kemampuan lahan untuk dikembangkan sesuai dengan fungsi kawasan.

3) Uraian potensi dan kendala fisik masing-masing kelas kemampuan lahan.

 

Langkah-langkah

1) Melakukan analisis satuan-satuan kemampuan lahan, untuk memperoleh gambaran tingkat kemampuan pada masing-masing satuan

kemampuan lahan.

2) Tentukan nilai kemampuan setiap tingkatan pada masing-masing satuan kemampuan lahan, dengan penilaian 5 (lima) untuk nilai

tertinggi dan 1 (satu) untuk nilai terendah.

3) Kalikan nilai-nilai tersebut dengan bobot dari masing-masing satuan kemampuan lahan. Bobot ini didasarkan pada seberapa jauh

pengaruh satuan kemampuan lahan tersebut pada pengembangan perkotaan. Bobot yang digunakan hingga saat ini adalah seperti

terlihat pada Tabel

No

Satuan Kemampuan Lahan

Bobot

1

Morfologi 5

2

Kemudahan Dikerjakan 1

3

Kestabilan Lereng 5

4

Kestabilan Pondasi 3

5

Ketersediaan Air 5

6

Terhadap Erosi 3

7

Terhadap Drainase 5

8

Pembuangan Limbah 0

9

Terhadap Bencana Alam 5

4) Superimpose-kan semua satuan-satuan kemampuan lahan tersebut, dengan cara menjumlahkan hasil perkalian nilai kali bobot dari

seluruh satuan-satuan kemampuan lahan dalam satu peta, sehingga diperoleh kisaran nilai yang menunjukkan nilai kemampuan

lahan di wilayah dan/ atau kawasan perencanaan.

5) Tentukan selang nilai yang akan digunakan sebagai pembagi kelas-kelas kemampuan lahan, sehingga diperoleh zona-zona

kemampuan lahandengan nilai …… – …… yang menunjukkan tingkatan kemampuan lahan di wilayah ini, dan digambarkan dalam satu

peta klasifikasi kemampuan lahan untuk perencanaan tata ruang.

 

Pembuatan peta nilai kemampuan lahan ini yang merupakan penjumlahan nilai dikalikan bobot ini ada dua cara, yakni:

a. Men-superimpose-kan setiap satuan kemampuan lahan yang telah diperoleh hasil pengalian nilai dengan bobotnya secara satu

persatu, sehingga kemudian diperoleh peta jumlah nilai dikalikan bobot seluruh satuan secara kumulatif.

b. Membagi peta masing-masing satuan kemampuan lahan dalam sistem  grid, kemudian memasukkan nilai dikalikan bobot masing-

masing satuan kemampuan lahan ke dalam grid tersebut. Penjumlahan nilai dikalikan bobot secara keseluruhan adalah tetap dengan

menggunakan grid, yakni menjumlahkan hasil nilai dikalikan bobot seluruh satuan kemampuan lahan pada setiap grid yang sama.

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan

1) Penentuan klasifikasi kemampuan lahan tidak mutlak berdasarkan selang nilai, tetapi memperhatikan juga nilai terendah = 1 dari

beberapa satuan kemampuan lahan, yang merupakan nilai penentu apakah selang nilai tersebut berlaku atau tidak. Dengan demikian

apabila ada daerah atau zona tertentu yang mempunyai selang nilai cukup tinggi, tetapi karena mempunyai nilai terendah dan

menentukan, maka mungkin saja kelas kemampuan lahannya tidak sama dengan daerah lain yang memiliki nilai kemampuan lahan

yang sama. Sebagai contoh, daerah yang secara kumulatif nilainya cukup tinggi atau sedang, namun berada pada daerah rawan

longsor, tentunya kelas kemampuan lahannya tidak sama dengan daerah lain yang relatif aman, walaupun nilai kemampuan

lahannya sama. Hal ini mungkin saja terjadi mengingat penjumlahan secara matematis akan menyebabkan ada faktorfaktor

yang mengakibatkan jumlah akhir menjadi tinggi.

2) Klasifikasi kemampuan lahan yang dihasilkan di sini adalah hanya berdasarkan kondisi fisik apa adanya, belum mempertimbangan

hal-hal yang bersifat non-fisik.

skl

Contoh Peta Kemampuan Lahan Kategori Potensi Kecepatan Perkembangan Kawasan Perkotaan (sumber: Permen PU no.20/PRT/M/2007)

 

Arahan Kesesuaian Lahan Untuk Kawasan Perkotaan

Melakukan analisis untuk mengetahui arahan-arahan kesesuaian lahan, sehingga diperoleh arahan kesesuaian peruntukan lahan untuk

pengembangan kawasan berdasarkan karakteristik fisiknya.

 

Sasaran

1) Memperoleh gambaran peruntukan lahan secara umum berdasarkan kondisi fisik.

2) Mengetahui daerah-daerah yang benar-benar sesuai untuk perencanaan tata ruang daerah yang harus dikonservasikan, serta

peruntukan lahan pada daerah-daerah di antara kedua peruntukan tersebut.

 

Masukan

1) Klasifikasi Kemampuan Lahan,

2) Arahan Rasio Tutupan Lahan,

3) Arahan Ketinggian Bangunan,

4) Arahan Pemanfaatan Air Baku,

5) Perkiraan Daya Tampung Lahan,

6) Persyaratan/Pembatas Pengembangan,

7) Evaluasi Penggunaan Lahan yang ada.

 

Keluaran

1) Peta Arahan Kesesuaian Peruntukan Lahan. Contoh Peta Arahan Kesesuaian Peruntukan Lahan

2) Deskripsi pada masing-masing arahan peruntukan.

 

Langkah-langkah

1) Melakukan lebih dahulu analisis masing-masing arahan kesesuaian lahan untuk memperoleh arahan-arahan kesesuaian lahan yang

merupakan masukan bagi analisis peruntukan lahan ini.

2) Menentukan arahan peruntukan lahan berdasarkan klasifikasi kemampuan lahan dan arahan-arahan kesesuaian lahan di atas.

3) Dalam penentuan arahan peruntukan lahan ini, mengarahkan pada kondisi ideal sesuai dengan kemampuan dan kesesuaian

lahannya, yang tentunya meliputi juga persyaratan/pembatas pengembangan, serta telah mengevaluasi penggunaan lahan yang ada

saat ini.

4) Mempertajam arahan ini dengan memasukkan hasil studi fisik/lingkungan yang ada, seperti: studi pertanian, kehutanan, analisis

dampak lingkungan,dan lainnya.

5) Mendeskripsikan masing-masing arahan peruntukan, termasuk persyaratan dan pembatas pengembangannya.

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan

1) Arahan-arahan ini tidak mengikat, namun perencanaan sebaiknya diusahakan untuk bisa mengikuti arahan tersebut.

2) Untuk kondisi yang ada saat ini yang menyimpang dari arahan ini pengembangannya agar ditahan, dan bila terdapat kecenderungan

akan terus berkembang, usahakan untuk memindahkan arah pengembangannya pada daerah yang lebih sesuai.

kesesuaian lahan perkotaan

 

Contoh Peta Kesesuaian Lahan untuk Kawasan Perkotaan (sumber: Permen PU no.20/PRT/M/2007)

Untuk mengetahui lebih lengkap Aplikasi Satuan Kemampuan Lahan pada Pedoman Teknik Analisis Aspek Fisik & Lingkungan, Ekonomi, Sosial Budaya dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang dapat didownload pada link berikut:

1. Permen PU No.20 PRT M 2007 Tentang SKL

2. Modul Penyusunan SKL

Sumber: Disadur dari Pedoman Teknik Analisis Aspek Fisik & Lingkungan, Ekonomi Serta Sosial Budaya Dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang-Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.20/PRT/M/2007

 

 

About adipandang


2 responses to “Satuan Kemampuan Lahan (SKL) Kawasan Perkotaan cepat berkembang dan Arahan Kesesuaian Lahan Untuk Kawasan Perkotaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: