Geographic Information System (GIS) Kaitannya dengan Ekonomi Pembangunan

Dosen sekaligus praktisi Perencanaan Wilayah Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (PWK FT-UB), Adipandang Yudono, S.Si., MRUP menjadi pembicara pada kuliah bersama GIS(Geographic Information System): Introducing for Economic Development Analysis. Kuliah bersama ini diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB-UB) di gedung A pada Rabu (9/5). Pesertanya adalah mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi FEB-UB yang telah menempuh mata kuliah Perencanaan Pembangunan, Ekonomi Perkotaan dan Seminar Ekonomi Regional. Hal ini didasarkan keterkaitan mata kuliah yang disampaikan pembicara dengan ketiga mata kuliah yang dipersyaratkan mengikuti kuliah bersama ini.

Istilah GIS kerap digunakan dalam bidang PWK. GIS memiliki pengertian sebagai suatu sistem informasi yang terintegrasi dan secara khusus digunakan untuk mengelola berbagai data yang mempunyai suatu informasi dalam bentuk spasial (keruangan). GIS merupakan bagian dari analisis perencanaan pembangunan dan membantu dalam bidang perekonomian. “Diperlukan sistem analisis yang dapat membantu proses perencanaan dan tata kelola daerah melalui sistem digital yang terintegrasi. Karena itu penting bagi kita mengenal GIS dalam melengkapi sistem analisis untuk menunjang sebuah penelitian dibidang ekonomi,” ungkap Dr. Sasongko, SE, MS, dosen Jurusan Ilmu Ekonomi saat membuka acara.

Dalam kuliahnya, Adipandang menyatakan bahwa GIS pada dasarnya harus dilandasi oleh pemahaman secara mendasar tentang aspek geografi, misalnya akurasi peta dan pencitraan. Ia juga menambahkan, GIS secara umum merupakan pemetaan secara digital yang memuat berbagai informasi yang dibutuhkan bagi para penggunanya. Kemampuannya dalam mengkuantitatifkan semua data yang kualitatif, membuat GIS erat dengan permodelan statistik.

“GIS merupakan sistem informasi berbasis komputer yang didesain untuk menyimpan, mengelola dan menyajikan data atau informasi geografis,” tambahnya. Dalam bidang ekonomi, menurut Adipandang, GIS membantu proses analisis ekonomi karena dalam penyajian output GIS telah tersedia data penunjang ekonomi sepert Produk Domestik Bruto (PDB). “Manfaat yang diperoleh dari GIS adalah kita dapat mengetahui informasi lokal diseluruh muka bumi lengkap dengan pengetahuan komprehensif tentang potensi didalamnya,” kata dia.

Sebelum mengakhiri paparannya, Adipandang memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya lebih jauh mengenai keterkaitan GIS dengan Ilmu ekonomi. Ia juga memperagakan pengoperasian GIS sebagai suatu alat aplikasi berbasis komputer yang dapat memberikan sumbangan informasi mengenai potensi ekonomi suatu wilayah. [ayomi/ris/nok]

Sumber: Prasetya online Universitas Brawijaya pada 11 mei 2012

http://prasetya.ub.ac.id/berita/Geographic-Information-System-GIS-Kaitannya-dengan-Ekonomi-Pembangunan-9587-id.html

About adipandang


18 responses to “Geographic Information System (GIS) Kaitannya dengan Ekonomi Pembangunan

  • Mizz Aya

    K’adiiii…..
    Udah hampir selesai saya ambil mata kuliah GIS in public health, belum juga menepati janji untuk posting topik ini, hikshikshiks #mewek

  • Mizz Aya

    Happy belated Birthday K’adi, wish you the best for years ahead=)
    Maaf gak tau mo ngucapin lewat mana, soalnya FB kak adi inactive dan nomer tlp dari Indonesia hilang semua karena hape lama rusak total dan tidak bisa diakses.

  • Mohammad Arif Asadi

    mas, kenapa sudah tidak ada di facebook..

    sibuk proyekan ya bang?

    pengen chit chat and ngobrol sama abang..

    • adipandang

      weleh… weleh… adoh2X seko londo arep ngobrol sing di Malang hehehe… aku nde’kene ae mas… proyekan opo toooohhh…?? lha wong kelas sing diajar keba’😥
      Arep chit-chat opo iki..??

      nb: tanpa FB-pun langit masih biru, masih bisa survive xixixixi….🙂

  • Mohammad Arif Asadi

    pasti banyak di kejar-kejar cewek lewat FB.. he..he.. tiba-tiba sinau inget jenengan…. dan temen-temen UB. ternyata emang gak di aktifin..

    Gimana calon nya bos? belum dapat hidayah untuk menikah..
    pengen focus kerja dulu kaya mas adipandang..

    sapa tau bisa menyusul kesuksesan mas adipandang

  • Mohammad Arif Asadi

    btw, kalau sy lihat tata kota malang kok kacau ya.. kecuali yg peningglan belanda. macet dimana-mana.. mall tumbuh.. bahkan pasar di gusur jd mall.smntr pedagang disuruh bayar kapling pasar baru yg sangat jauh dan mahal. Tiada taman kota, apalagi danau buatan, jalan di daerah yg relatif baru sangat sempit2.. bener gak sih Pak?

    • adipandang

      Hallo mas adi, maaf baru ngrespon nech. Hehehe… tata kota itu sangat berkait dengan politik mas. jadi, visi dan misi suatu pemerintahan akan menggambarkan realisasi terwujudnya pembangunan kota. Disamping itu, elit politik lebih memihak mana? apakah investor atau masyarakat perkotaan. Jadi, bagaimanapun perencanaan yang sudah disusun dengan apik oleh para perencana kota, final decision-nya ada pada pemerintah. So, kolaborasi apik planner, elit politik, masyarakat dan stakeholder yang terkait memang perlu untuk memperoleh win-win solution. kalo kenyataannya berat pada satu kelompok, yaitu tadi, konflik perkotaan tidak dapat dielakkan.

  • Mizz Aya

    kak adiiii….
    Finally daku bisa juga survive dimata kuliah GIS for public health, yaaaahhh…meski gak bakal dapat high distinction, but at least bisalah jadi project GISku setelah bertapa dilibrary 10 hari 10 malam, hehehe.
    Btw, maaf lahir bathin ya broooow.
    Salam dr Sheffield;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: