Perencanaan Guna Lahan Berbasis Mitigasi Bencana Tsunami menggunakan Tsunami Dynamic Model

sumber: USGS National Earthquake Information Service

Tsunami hakekatnya adalah gelombang laut raksasa. Oleh karena itu, kerusakan yang disebabkannya hanya terjadi di daerah pesisir yang dapat dijangkau oleh gelombang tersebut.

Berdasarkan peta geologi dan seismik kepulauan Indonesia wilayah selatan dan tengah Indonesia sangat berpotensi untuk timbulnya gempa. Dimana, mayoritas potensi titik epicentrum itu berada pada perairan Indonesia. Hal ini menjadi potensi timbulnya tsunami.

Manajemen bencana merupakan seluruh kegiatan yang meliputi aspek perencanaan dan penanggulangan bencana, pada sebelum, saat dan sesudah terjadi bencana yang dikenal sebagai Siklus Manajemen Bencana , yang bertujuan untuk (1) mencegah kehilangan jiwa; (2) mengurangi penderitaan manusia; (3) memberi informasi masyarakat dan pihak berwenang mengenai risiko, serta (4) mengurangi kerusakan infrastruktur utama, harta benda dan kehilangan sumber ekonomis.

Secara umum kegiatan manajemen bencana dapat dibagi dalam kedalam tiga kegiatan utama,yaitu:

  1. Kegiatan pra bencana yang mencakup kegiatan pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, serta peringatan dini;
  2. Kegiatan saat terjadi bencana yang mencakup kegiatan tanggap darurat untuk meringankan penderitaan sementara, seperti kegiatan search and rescue (SAR), bantuan darurat dan pengungsian;
  3. Kegiatan pasca bencana yang mencakup kegiatan pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi.

Kegiatan pada tahap pra bencana ini selama ini banyak dilupakan, padahal justru kegiatan pada tahap pra bencana ini sangatlah penting karena apa yang sudah dipersiapkan pada tahap ini merupakan modal dalam menghadapi bencana dan pasca bencana. Sedikit sekali pemerintah bersama masyarakat maupun swasta memikirkan tentang langkah-langkah atau kegiatan-kegiatan apa yang perlu dilakukan didalam menghadapi bencana atau bagaimana memperkecil dampak bencana.

Untuk itu, perlu adanya penanganan awal sebelum adanya kejadian. Salah satu upaya adalah Perencanaan Guna Lahan berbasis mitigasi bencana dengan permodelan potensi terjadinya bencana, dimana dalam hal ini kita berbicara mengenai bencana tsunami.

TSUNAMI DYNAMIC MODEL

Untuk mengetahui perambatan gelombang tsunami serta waktu kedatangan dan besarnya run up maksimum pada suatu lokasi dapat dilakukan dengan simulasi tsunami menggunakan model numerik. Pemodelan tsunami biasanya menggunakan persamaan gelombang panjang dengan persamaan yang umum dipakai adalah ‘nonlinear shallow water equations (NLSW)’. Namun untuk kejadian tsunami dimana gelombang tsunami merambat lintas samudera, maka pengaruh dispersi akan berdampak pada bentuk dan tinggi gelombang maksimum tsunami sehingga diperlukaan persamaan yang memperhitungkan unsur dispersi.

 

PERENCANAAN GUNA LAHAN DARI HASIL EKSEKUSI TSUNAMI DYNAMIC MODEL

Penggunaan lahan di daerah yang rawan terhadap bencana tsunami sangat penting untuk dipelajari dan di analisis. Karena jika terjadi tsunami, maka kerugian material terbesar adalah dalam bentuk penggunaan lahan.

Gambar: Konsep Perencanaan Guna Lahan berbasis Mitigasi Bencana Tsunami

Gambar: Contoh Perencanaan Guna lahan berbasis mitigasi bencana tsunami

Berikut hasil Penelitian kami mengenai Perencanaan Guna Lahan berbasis mitigasi bencana tsunami dengan menggunakan hasil simulasi tsunami dynamic model.

URBAN LAND USE PLANNING BASED ON TSUNAMI DISASTER MANAGEMENT
USING TSUNAMI DYNAMIC MODELING IN FLORES ISLAND-INDONESIA
Adipandang YUDONO
Lecturer and Researcher, Lab. of Planning Information System,
Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Brawijaya University
Jalan MT. Haryono No.167, Malang, 65145, Indonesia; adipandang@ub.ac.id or adipandang@gmail.com
Alwafi PUJIRAHARJO
Lecturer and Researcher, Lab. of Civil Construction Computation,
Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Brawijaya University
Jalan MT. Haryono No.167, Malang, 65145, Indonesia; alwafi@ub.ac.id
ABSTRACT
Geologically, Flores Island is located in ‘Flores Back Arch’ which is includes a high potential
tsunami area in Indonesia. It is analysis considers the history of the earthquake and tsunami
data. Further, the detail urban land use planning area will be selected based on high frequency
potential tsunami that will likely re-occur in the future by numerical models. Remote Sensing
analysis will be used for geomorphology development identification, where location hit tsunami,
since 1991 up to 2010. Geographic Information Systems (GIS) modeling will be used for run-up
tsunami modeling, while network analysis will be used to determine evacuation routes onto
shelters/secure areas, and the last step will be making detail of land use planning based on tsunami
disaster management and suitability existing building for tsunami shelter. This paper is made to be
used as one of references for urban land use planning model based on tsunami disaster management
in Indonesia.
Keywords: Land Use Planning, Remote Sensing, GIS, Tsunami Dynamic Model,
Disaster Management.

For full paper can download here

About adipandang


7 responses to “Perencanaan Guna Lahan Berbasis Mitigasi Bencana Tsunami menggunakan Tsunami Dynamic Model

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: