PEMETAAN DALAM RENCANA DETAIL TATA RUANG

Dalam Penyusunan RDTR terbaru, terdapat komponen terbaru musti dimasukkan dalam kajian, yaitu peraturan zonasi, atau Zoning Regulation untuk perencanaan kawasan blok pada level kabupaten dan perkotaan. Dimana salah satu komponen Zoning Regulation disini adalah Peta Zonasi atau Zoning Map.

Penyusunan Peta Zonasi

Definisi Peta zonasi adalah peta yang berisi kode zonasi di atas blok dan subblok yang telah  didelineasikan sebelumnya  dengan skala  1:5000  dan atau yang setara dengan RDTRK.

Subblok   peruntukan     adalah   pembagian  peruntukan   dalam satu   blok peruntukan berdasarkan perbedaan fungsi yang akan dikenakan.

b.    Pertimbangan

Pertimbangan penetapan kode  zonasi di atas peta batas blok/subblok  yang dibuat dapat didasarkan pada :

a) Kesamaan karakter  blok peruntukan,  berdasarkan pilihan: Mempertahankan dominasi penggunaan lahan yang ada (eksisting);

b) Menetapkan fungsi baru sesuai dengan arahan fungsi pada RTRW;

c) Menetapkan karakter khusus kawasan yang diinginkan;

d) Menetapkan tipologi lingkungan/kawasan yang diinginkan;

e) Menetapkan jenis pemanfaatan ruang/lahan tertentu;

f)  Menetapkan batas ukuran tapak/persil maksimum/minimum;

g) Menetapkan     batas     intensitas     bangunan     /     bangun-     bangunan maksimum/minimum;

h) Mengembangkan jenis kegiatan tertentu;

i)   Menetapkan batas kepadatan penduduk/bangunan yang diinginkan;

j)   Menetapkan penggunaan dan  batas intensitas sesuai  dengan daya  dukung prasarana (misalnya: jalan) yang tersedia;

k) Kesesuaian  dengan  ketentuan khusus yang  sudah ada (KKOP,  pelabuhan, terminal, dll);

l)   Karakteristik lingkungan (batasan fisik) dan administrasi.

c.    Subblok Peruntukan

Bila  suatu  blok  peruntukan  akan  ditetapkan  menjadi  beberapa  kode  zonasi, maka  blok  peruntukan  tersebut  dapat  dipecah  menjadi  beberapa  subblok peruntukan.

Pembagian subblok peruntukan dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan :

a)   Kesamaan (homogenitas) karakteristik pemanfaatan ruang/lahan.

b)   Batasan fisik seperti jalan, gang, sungai, brandgang atau batas persil. c)   Orientasi Bangunan.

d).  Lapis bangunan. d.   Penomoran Sub Blok

Subblok peruntukan diberi nomor blok dengan memberikan tambahan huruf (a, b, dan seterusnya) pada kode blok.

Contoh:

Blok 40132-023 dipecah menjadi Subblok 40132-023.a dan 40132-023.b.

(Sumber: Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Tahun 2010)

About adipandang


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: